Category Archives: Notebook

Kini sudah banyak orang menenteng netbook kian-kemari sambil melakukan aktivitas mereka, komputasi mobile memang tengah tren dimana pun saat ini terutama di kota besar. Hampir setiap netbook yang dibawa orang-orang hadir dengan desain sejenis yang itu-itu saja sehingga kita pun cepat hapal dengan lekuk sebuah netbook termasuk keterbatasan fasilitasnya. Nah, untuk membuat netbooknya tampil beda dan memikat konsumen, salah satu pabrikan menampilkan netbook yang layarnya bisa diputar dan aksesnya dilakukan dengan sistem layar sentuh. Jadilah tablet yang navigasinya lebih fleksibel.

Adalah seri M912 Café Book besutan Gigabyte yang menampilkan netbook ala tablet yang kelihatannya makin praktis digunakan. Ya, daripada hanya melakukan perombakan dari bentuk netbook yang konvensional, Gigabyte lebih suka menambahkan kemampuan touch screen pada beberapa seri netbooknya. Dengan sistem ini, navigasi netbook jadi tetap nyaman meski tanpa keyboard sekalipun. Pemakai bisa menggunkan tangan atau pena stylus yang tersedia untuk mengakses netbook, untuk ini sebuah lapisan pelindung ditempatkan dibagian muka LCD 8,9″ yang digunakan Café Book agar LCD tak rusak saat diketuk dengan jari misalnya.

Read more

Di antara notebook Byon lain, seri Castilo bisa dibilang paling cantik. Ini tercermin dari desain ramping yang dilengkapi perangkat optik jenis slot-in. Desain tipis ini juga dipengaruhi pemakaian layar 13,3 inci berteknologi LED sehingga tebalnya hanya 3 mm saja. Ditambah cover warna putih susu dan aksen abu-abu, notebook berbobot 1,96 kg ini tampak lebih menyasar segmen wanita.

Meski kental sisi feminisnya, Castilo S8530 memuat komponen yang sangat bertenaga untuk mendukung komputasi mobile. Ini bisa dilihat dari penggunaan Intel Core 2 Duo P8400 2,26GHz yang dibantu memori 4GB dalam komposisi dua kanal. Jika notebook tipis lain cuma menggunakan kartu grafis onboard, notebook ini menggunakan kartu grafis mandiri GeForce 9600M GT DDR3 256MB. Pemilik notebook ini pun semakin dimanjakan dengan kapasitas harddisk yang mencapai 500GB.

Read more

Setelah pernah menguji Toshiba Portege M300 beberapa waktu lalu, kami jadi terbiasa ketika melihat notebook Portege M800 ini. Maklum, kedua notebook tersebut memiliki desain dan bentuk yang sama, termasuk penggunaan teknologi Fusion Finish yang membuat permukaan notebook ini terlihat glossy dan mengilat. Awalnya kami cukup menyukai tampilan glamour tersebut, namun belakangan menjadi agak terganggu juga. Pasalnya tampilan glossy tersebut tersebar di seluruh permukaan notebook, termasuk palmrest (sandaran tangan) dan keyboard. Padahal seperti Anda tahu, bahan glossy seperti ini sangat mudah menangkap sidik jari. Alhasil Anda harus sering-sering mengelap notebook ini jika tidak ingin dianggap jorok.

Meski berada di kelas ultraportabel, Portege M800 memiliki karakteristik berbeda dibanding notebook lain yang kami bahas sebelumnya. Dari pemilihan prosesornya (Intel Core 2 Duo T6400, 2GHz), terlihat kalau notebook ini ditujukan untuk road warrior yang menginginkan notebook bertenaga. Hal ini juga terlihat dari deretan fasilitas yang tersedia. Contohnya port eSATA untuk transfer data berkecepatan tinggi dan pemindai sidik jari di antara tombol touchpad. Fasilitas lain adalah Express Card, DVD Writer, FireWire, dan 3 port USB. Pendek kata, Toshiba Portege M800 adalah salah notebook ultraportabel paling lengkap saat ini.

Read more

JAKARTA, KOMPAS.com – “HP ProBook, it’s slim, stylish, dan All Business”. Kalimat singkat tersebut cukup untuk menjelaskan inti dari seri notebook terbaru HP, ProBook. Hari ini, Kamis (16/7), di IndoChine FX Mall, HP Indonesia secara resmi meluncurkan HP ProBook 4410s (14 inci), 4510s (15,6 inci), dan 4710s (17,3 inci). Seri Probook ini merupakan penerus HP EliteBook, seri hi-end dari notebook HP, yang sudah memenangkan banyak penghargaan. Bedanya, seri ProBook diciptakan untuk menghadirkan sebuah notebook tangguh dan bergaya, tetapi terjangkau dari segi harga. Tidak main-main, agar seri notebook ini bisa menjangkau usaha kecil menengah, HP memasang harga ProBook di bawah 1000 dollar AS Dollar. Untuk HP Probook 4410s misalnya, bisa didapatkan dengan harga 699 dan799 dollar AS. “HP ProBook mengambil unsur tangguh HP EliteBook dan unsur affordable dari seri Compaq,” jelas Yohan Wijaya, Market Development Manager, HP Business Notebook. Meski harga murah, bukan berarti HP ProBook adalah seri notebook rendahan. Sesuai…

Read more

Pertama melihatnya, kami langsung teringat Macbook Air. Ya, MSI X-Slim X340 ini memang memiliki banyak kesamaan desain dengan notebook tertipis Apple tersebut. Tengok saja pinggirannya yang melengkung untuk memperkuat kesan tipis dan menjadi salah satu ciri Air. Jika dihitung, MSI X-Slim memang sedikit lebih tebal dibanding Air (1,98 cm vs 1,94 cm), namun bobotnya lebih ringan (1,3 kg vs 1,48 kg). Pantas saja jika MSI menyebut X340 “lighter than air”.

Selain lebih ringan, notebook yang juga tersedia dalam warna hitam ini memiliki pilihan koneksi lebih lengkap dibanding Air. Di sisi kanan, Anda akan menemukan dua port USB dan audio, sementara di sisi kanan terdapat ethernet, HDMI, dan video out dalam bentuk D-Sub 15 pin. Namun seperti notebook tipis lainnya, X340 tidak memiliki perangkat optik dan Express Card.

Meski bentuknya begitu tipis, kualitas fisik notebook ini secara keseluruhan terbilang solid. Material magnesium-alloy yang menjadi bahan dasar casing terlihat cukup kuat untuk menghadapi benturan yang agak keras. Namun kami sarankan Anda berhati-hati dengan layarnya. Pasalnya ketika kami tekan sisi balik layar agak keras, terlihat lapisan LCD sedikit bergejolak. Ini adalah konsekuensi tipisnya sisi layar yang jika dihitung hanya memiliki tebal kurang dari 7 mm.

Read more

Asus patut diberi gelar sebagai pelopor kehadiran netbook yang kini menjadi produk sejuta umat itu. Ketika merilis Eee PC, Asus berhasil mendefinisikan sebuah produk dengan kombinasi harga, ukuran, dan performa yang ideal.

Jejak kepeloporan itu kembali mereka tunjukkan melalui Eee PC 1000 HE ini. Ketika pilihan netbook membanjiri pasar, Eee PC 1000He ini mengingatkan kita akan satu hal penting: netbook ditujukan untuk mereka yang mobile. Karena itu, netbook seharusnya memiliki durasi pemakaian yang lama dalam mode baterai. Pengguna netbook harus tetap bisa melakukan aktivitas komputasi meski jauh dari sumber listrik.

Hal itulah yang coba diwujudkan Asus melalui Eee PC 1000HE ini. Agar bisa bertahan lama, Asus menanamkan baterai ukuran 8700mAh ke dalam netbook ini. Sekadar perbandingan, netbook lain biasanya cuma menggunakan baterai 4400mAh, bahkan ada yang cuma 2200 mAh. Kapasitas baterai yang besar itu memang berefek pada bobot netbook yang mencapai 1,4 kg, namun itu dikompensasi dengan daya tahan baterai yang lama. Ketika kami gunakan memutar film High Definition, netbook ini bisa bertahan sampai 6 jam lebih. Dalam sejarah pengujian kami, tidak ada netbook yang bisa mencapai durasi selama itu.

Untuk mendukung kinerja baterainya, Asus juga memperkenalkan teknologi Super Hybrid Engine (SHE). Teknologi ini berfungsi menaikkan atau menurunkan kecepatan prosesor sesuai kebutuhan. Jika ingin mendapatkan tenaga tambahan, SHE akan meningkatkan kecepatan prosesor. Sebaliknya, jika ingin menghemat konsumsi baterai, feature ini akan menurunkan kecepatan prosesor.

Read more

Nama produk ini mengingatkan kita pada sebuah merek yang telah popular, Elevo. Sebenarnya netbook yang satu ini merupakan produk lokal yang didesain di Singapura dan mulai diperkenalkan saat pameran Mega Bazaar 2009 lalu. Karena merupakan barang yang benar-benar baru, baik dari sisi produk maupun merek, Elevo seri Cocoon Mantis ini membutuhkan sesuatu yang bisa membuat konsumen terpikat. Faktor desain pun diperkuat agar Mantis tampil beda di antara para kompetitornya. Sebagus apakah itu?

Read more

Notebook kini tidak cuma sebagai alat komputasi, namun juga sarana mengekspresikan diri. Tidak heran jika faktor desain kini menjadi faktor penting dan sangat diperhatikan para pembuat notebook. Berkaca pada kecenderungan tersebut, cukup mengherankan melihat NEC masih bertahan dengan desain Fuchia yang telah diperkenalkan sejak 2 tahun lalu. Ini terlihat dari penggunaan bahan plastik yang tampangnya mirip kulit di permukaan luar notebook. Dahulu, desain ini memang terlihat unik. Namun kini, di era notebook dan perangkat elektronik banyak mengambil tema glossy, penampilan notebook ini jadi agak ketinggalan jaman. Bentuk fisiknya juga terlihat kaku, dan masih ditambah bobotnya yang mencapai 2,4 kg.

Namun seperti orang tua kita bilang, jangan cuma menilai dari penampilan. Di balik bentuknya yang konvensional ini, tersembunyi komponen kelas atas. Selain mengandalkan prosesor Intel Core 2 Duo P8600 yang termasuk generasi Centrino 2, NEC juga menanamkan kartu grafis nVidia GeForce 9600M ke dalam notebook seharga Rp. 15,3 juta ini. Kombinasi komponen kelas atas tersebut menghasilkan performa yang garang, termasuk ketika dibandingkan notebook sekelas seperti BenQ S42-LE04 (Desember 2008). Sayangnya seperti notebook yang dibekali kartu grafis mandiri, daya tahan baterenya memang tidak terlalu lama.

Read more

Aduhhhh, tipisnya netbook besutan Dell ini; hanya 0,9 inci. Jadi mirip Apple MacBook Air. Enteng sehingga enak dijinjing dan dibawa-bawa. Saat dipegang pun tidak licin karena bagian belakang netbook ini agak kasar. Cover-nya yang putih mengilap pun tak begitu rajin mengumpulkan jejak sidik jari.

Aksen hitam tampil di arah bagian belakang unit yang menonjol, dekat engsel, bersebelahan dengan lokasi batere. Ya, batere mini 12 ini berwarna hitam, kontras dengan casing atasnya yang putih susu. Di bagian yang berwarna hitam pekat tetapi tidak mengilap ini hadir sebuah LED mungil yang akan menyala putih terang jika netbook dinyalakan atau baterenya diisi ulang.

Ada banyak hal lain yang tak biasa di sini. Pertama, layar yang lebar, 12,1”, dengan resolusi tinggi, 1280×800 pixel. Alhasil nyaman sekali berselancar di dunia maya dengannya. Dua halaman Web bisa dibuka berdampingan dan dibaca dengan nyaman. Huruf pun tampak normal, tidak kecil. Tampilan di layar terlihat sangat terang, dan sudut pandang horisontalnya cukup baik, cukup nyaman dilihat dari arah samping. Namun ada baiknya agak mendorong ke belakang layar agar efek pantulan tidak terlalu terasa.

Kedua, keyboard yang lega (92% keyboard normal). Jarak antartombolnya lebar, sehingga kita nyaman dan betah menari-narikan jari jemari di atasnya. Tutsnya cukup empuk ditekan. Di sisi atas, selain F1 – F10, tampil enam tombol Fungsi mandiri – F11, F12, Home, Del, Insert, End. Tombol Fn sendiri ditempatkan di sisi bawah paling kiri.

Read more

Di tengah persaingan ketat seperti sekarang, para produsen notebook semakin serius membuat produk yang unik dan beda. Hal ini pun dilakukan Toshiba saat merilis notebook multimedia terbaru mereka, Qosmio F50. Notebook 15,4 inci ini tampil kemilau berkat desain Vibe dan penggunaan bahan plastik yang mengilap. Ini membuat penampilan Qosmio F50 terlihat sangat berkelas, meski sayangnya harus dikompensasi dengan mudahnya jejak jari tertinggal.

Namun yang paling unik dari Qosmio F50 ini adalah keberadaan sebuah prosesor yang disebut Quad Core HD Chip. Prosesor ini memiliki tugas khusus untuk membantu prosesor utama dalam menjalankan beberapa aplikasi multimedia. Contohnya melakukan upscaling (menaikkan resolusi) sehingga film berformat DVD bisa ditampilkan dengan kualitas sekelas film High Definition. Prosesor ini juga bisa digunakan untuk aplikasi gesture control; maksudnya kita bisa mengontrol notebook ini dengan gerakan tangan saja.

Sayangnya, konsep yang di atas kertas menarik itu, dalam kenyataannya tidaklah tampil sempurna. Ketika kami coba memutar film Batman: The Dark Knight, perbaikan kualitas yang dihasilkan tidaklah signifikan. Bahkan, di beberapa adegan, video yang ditampilkan justru terlihat pecah dan aneh.

Read more

Dibanding netbook, istilah nettop mungkin kurang populer. Selain karena kehadirannya sedikit terlambat, sekarang memang jamannya perangkat komputasi yang portabel. Tak heran jika pilihan netbook lebih banyak dibanding nettop.

Masih agak bingung dengan istilah netbook dan nettop? Begini penjelasannya. Netbook adalah perangkat komputasi seperti notebook namun dengan ukuran layar yang lebih kecil. Contoh produknya adalah Asus Eee PC, MSI Wind, atau Axioo Pico. Sedangkan nettop adalah padanan netbook tapi berbentuk komputer desktop; juga dengan ukuran yang lebih mungil. Yang disasar adalah pengguna rumahan atau warnet yang membutuhkan komputer untuk keperluan sehari-hari dengan harga terjangkau.

Satu dari sedikit nettop yang ada di pasaran saat ini adalah Telebit Nucleom AG-100. Komputer ini kurang lebih sama seperti Nucleom AG-80 yang pernah kami muat Oktober 2008 lalu. Prosesornya masih menggunakan Intel Atom 230 berkecepatan 1,6GHz yang dibantu memori DDR2 berkapasitas 1GB. Sedangkan untuk penyimpanan data, disediakan harddisk SATA berkapasitas 100GB.

Read more

Acer mengumumkan kelahiran AspireRevo, sebuah mini PC berbasis Atom pertama yang menggunakan Nvidia Ion chipset. Seperti apa?

AspireRevo merupakan small-form-factor PC (SFF PC) berbasis Atom pertama yang menggunakan Nvidia Ion chipset. Chipset ektra tipis ini dipaket dengan GeForce 9400M, seperti yang digunakan pada MacBook Air.

Hal ini membuat processor mini Intel Atom mampu menampilkan grafis yang lumayan berat. Alhasil gamer dan pecinta grafis tak perlu khawatir lagi dengan keterbatasan Intel Atom. David Ragones, product manager Nvidia, yakin tahun 2009 akan menjadi tahun emas bagi SFF PC.

Read more

12/13
WhatsApp chat
Buka Chat
Chat via Whatsapp