Di Twitter, Menkominfo Paparkan Program Setahun

JAKARTA – Menteri komunikasi dan informatika Tifatul Sembiring memaparkan poin-poin mengenai program setahun yang ada di kementeriannya melalui mikroblogging Twitter.

“Beberapa pengguna Twitter menanyakan soal program Kemenkominfo selama satu tahun dan isu reshuffle. Saya akan mencoba menjelaskan. Mohon maaf jika tidak begitu detail,” tulis Menkominfo dalam akun Twitter-nya @tifsembiring, Kamis (21/10/2010).

Ada sekira 13 poin yang dipaparkannya terkait dengan program-program yang diklaim telah berhasil dilaksanakan oleh kementeriannya dalam kurun setahun sejak dirinya memimpin kementerian tersebut.

Paparan pertamanya langsung mengarah ke infrastruktur telekomunikasi. Selain Palapa Ring, Tifatul juga mengatakan jika jaringan fiber optik sepanjang 42.740 kilometer dari target awal sekira 50.000 kilometer yanng sebagian besar merupakan kabel bawah laut.

“Koneksi Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, NTB dan NTT, menguhubungkan 28 ibukota propinsi. Ujungnya sudah di Manado, Palu dan Kendari,” tulisnya.

Bahkan, lanjutnya, saat ini sudah 378 kota/kabupaten yang terkoneksi dengan broadband. Diperkirakan pada akhir Desember 2010 seluruh desa di Indonesia sudah menjadi Desa Berdering, dengan target akhir sekira 31.800 desa.

“2010, seluruh ibukota kecamatan sudah punya internet, atau sekira 5.784 kecamatan. Coverage area untuk seluler hampir 90 persen sedangkan Desa Informasi sebanyak 15 desa,” tulisnya lagi.

Selain itu beberapa pencapaian lainnya yang dipaparkan Tifatul di Twitter mencakup selesainya pembangunan dua sarana National ICT Training Center bekerjasama dengan Universitas Al-Azhar dan Universitas Islam Negeri, Sedangkan Infrastruktur lainnya adalah peremajaan/penggantian pemancar TVRI di 30 lokasi, program e-gov di 50 sekolah DIY sehingga penggunaan SePP kian meningkat.

“Selain itu juga kami mebuat konsep ICT Fund untuk stimulan proyek jaringan fiber optik. Lalu, 5 kota seperti DKI Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan dan Denpasar sudah mempunyai National Internet Exchange,” lanjutnya.

Hal-hal lain yang menjadi ukuran sukses di tingkat Pos dan Telekomunikasi (postel) adalah terpilihnya Indonesia sebagai anggota council of ITU dengan skor dukungan paling tinggi, serta suksesnya video conference Presiden dari Madinah ke Daerah Istimewa Yogyakarta. Lalu masih ada sukses siaga telekomunikaso sejak H-7 hingga H +7 lebaran, dukungan terhadap National Single Windows (NSW), Laboratorium untuk ID SIRTII, konten lokal unyuk internet kecamatan (Open Source) dan broadband wireless access (BWA), ketersediaan perangko baru dan lainnya.

“Dibidang SDM, TIK kemenkominfo memberikan beasiswa kepada mahasiswa S2 dan S3, baik dalam negeri (sebanyak 40 orang) maupun luar negeri (sebanyak 43 orang). Ada juga stimulasi kreativitas melalui ajang ICT award (INAICTA), serta meminimalisir konten negatif seperti pornografi dan kejahatan dunia maya lainnya,” tambahnya.

Selain itu, Menkominfo juga memaparkan keberhasilan dalam uji coba siaran digital, komunikasi publik program pemerintah dengan kearifan lokal, seperti menjelaskan program KUR dengan wayangan atau randai dan lainnya.

“Pembangunan media center di daerah-daerah juga kami lakukan. Ada program-program lain yang tidak dimuat di sini. Tentang isu reshuffle akan saya lanjutkan nanti, terimakasih,” tandasnya. (srn)


Profil BSC Rental Komputer |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *