Bandul, Pendeteksi Gempa Gedung Bertingkat

Liputan6.com, Surakarta: Sebuah alat pendeteksi gempa diciptakan. Sederhana, itulah yang dapat digambarkan dari alat tersebut. Bagaimana tidak, Anda cukup menggunakan bandul dan alarm.


Alat pendeteksi gempa itu diciptakan sekelompok mahasiswa dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Penciptaan alat pendeteksi gempa ini berawal dari rasa keprihatinan akibat musibah gempa yang terjadi di Tanah Air. Penemuan alat pendeteksi gempa sangat sederhana ini pun berhasil menjuarai kompetisi Rancang Bangun 2010 Tingkat Nasional di Bali.


Ketiga mahasiswa penemu alat pendeteksi gempa itu adalah mahasiswa Teknis Sipil 2007, yakni Tatang Kukuh Wibowo dan Ali Zakaria, dan mahasiswa Teknik Mesin 2007 Fitrianto. Alat ini tergolong sangat sederhana, hanya berupa sebuah bandul besi yang dilengkapi lingkaran besi dan alarm. Tentunya sangat berbeda dengan alat pendeteksi lainnya.


Cara operasinya pun mudah, cukup dengan memasangnya di tembok terutama di bagian struktur bangunan. Jika terjadi gempa dan menggerakkan struktur bangunan, maka bandul akan ikut bergerak dan menyentuh lingkaran besi di bawahnya.


Persentuhan antara bandul dengan lingkaran besi itulah yang membuat sirine akan berbunyi keras yang menandakan ada gempa. Orang yang mendengar bunyi sirine dapat segera menyelamatkan diri.


Meski sangat sederhana, alat yang dirancang selama satu bulan itu ternyata mampu memikat para juri kompetisi yang diselenggarakan sejak 22 hingga 23 Oktober 2010. Ketiga mahasiswa UNS ini bersaing dengan 10 finalis lain dari berbagai kampus di Indonesia


Sayangnya, alat deteksi gempa yang dibuat para mahasiswa tersebut untuk sementara hanya bisa dimanfaatkan untuk gedung-gedung bertingkat. Menurut dosen UNS, Edi Purwanto, alat ini didesain khusus untuk gedung berlantai lima sehingga lingkaran besi yang dibuat sangat besar. Dengan lingkar yang besar itu, alat pendeteksi ini diperkirakan hanya bisa mendeteksi gempa dengan skala Richter yang besar pula.


Selain sederhana, alat ini memenangi kompetisi karena tergolong baru, yakni menggunakan pendekatan struktur dinamik. Selain itu, pembuatan alat ini sangat mudah dan murah sekitar Rp 100 ribu. (MEL)

Profil BSC Rental Komputer |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *